Pengertian GitHub Copilot dan Cara Langganan GitHub Copilot untuk Pemula
Kalau kamu terjun di dunia coding, baik sebagai mahasiswa IT, programmer pemula, developer profesional, maupun content creator teknis, nama GitHub Copilot kemungkinan besar sudah pernah kamu dengar sebelumnya. Tools ini sering disebut sebagai AI pair programmer yang bisa “ngetik kode bareng kamu”. Kedengarannya keren, tapi… sebenarnya GitHub Copilot itu apa sih? Sejauh apa kemampuannya? Dan yang paling sering ditanyakan: gimana cara langganan GitHub Copilot sih?
Di artikel super panjang ini, kita bakal kupas semuanya
secara santai tapi super lengkap. Dari pengertian dasar, cara kerja, kelebihan
dan kekurangan, siapa yang cocok pakai, sampai tutorial langkah demi langkah
buat berlangganan GitHub Copilot. Jadi, siapin kopi ☕ dan
kita mulai.
Apa Itu GitHub Copilot?
GitHub Copilot adalah asisten pemrograman
berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dibuat untuk menemani developer saat
menulis kode. Alih-alih sekadar melengkapi kata seperti auto-complete biasa,
Copilot mencoba memahami apa yang sedang kamu kerjakan lalu memberi saran kode
yang relevan, sehingga proses ngoding terasa lebih cepat, lebih ringan, dan
tidak terlalu sering mentok di error kecil. Tool ini dikembangkan oleh GitHub
bersama OpenAI.
Begini cara kerjanya GitHub Copilot:
- Membaca
konteks kode yang sedang kamu tulis
- Memahami
komentar atau deskripsi yang kamu ketik
- Memberikan
saran kode secara otomatis (real-time)
Bukan cuma satu baris, Copilot bisa menyarankan:
- Fungsi
lengkap
- Struktur
class
- Query
database
- Algoritma
- Boilerplate
code
- Bahkan
solusi dari masalah logika tertentu
Makanya banyak yang bilang: Copilot itu kayak
partner ngoding yang nggak capek dan nggak banyak drama.
Sejarah Singkat GitHub Copilot
GitHub Copilot pertama kali diperkenalkan ke publik pada
tahun 2021 dalam versi technical preview. Waktu itu responsnya
campur aduk:
- Developer
excited karena produktivitas meningkat drastis
- Ada
juga yang khawatir soal lisensi kode dan keamanan
Setelah melalui berbagai penyempurnaan dan percobaan,
Copilot akhirnya dirilis sebagai layanan berbayar dengan fitur yang semakin
matang dan stabil. Saat ini, GitHub Copilot sudah dipakai oleh jutaan developer
di seluruh dunia, mulai dari startup kecil hingga perusahaan teknologi berskala
besar.
Cara Kerja GitHub Copilot (Versi Manusiawi)
Biar kebayang, kita jelasin dengan analogi sederhana.
Bayangin kamu lagi nulis kode dan di sebelah kamu ada senior
developer yang:
- Paham
banyak bahasa pemrograman
- Bisa
nebak apa yang mau kamu buat dari komentar
- Langsung
nyaranin potongan kode yang relevan
Nah, GitHub Copilot bekerja seperti itu, tapi dalam bentuk
AI.
Secara teknis:
- Copilot
menggunakan model AI berbasis large language model
- Model
ini dilatih menggunakan miliaran baris kode publik
- Saat
kamu mengetik, Copilot:
- Menganalisis
file yang sedang dibuka
- Melihat
struktur project
- Membaca
komentar dan nama variabel
- Copilot
menampilkan saran kode yang bisa kamu:
- Terima
(Tab)
- Lewati
- Edit
manual
Yang penting: Copilot tidak menulis kode sendiri
tanpa kamu, dia cuma menyarankan. Kamu tetap pegang kendali penuh.
Bahasa Pemrograman yang Didukung GitHub Copilot
GitHub Copilot mendukung banyak bahasa populer, di
antaranya:
- JavaScript
/ TypeScript
- Python
- Java
- C /
C++
- C#
- Go
- PHP
- Ruby
- Rust
- Kotlin
- Swift
- HTML,
CSS, SQL
- Shell
Script
Dan menariknya, kualitas saran Copilot biasanya paling bagus
di bahasa-bahasa yang sering dipakai secara luas.
Editor dan IDE yang Didukung
GitHub Copilot bisa digunakan di beberapa editor populer:
- Visual
Studio Code
- Visual
Studio
- JetBrains
IDE (IntelliJ IDEA, PyCharm, WebStorm, dll)
- Neovim
Artinya, kamu nggak harus pindah ekosistem cuma buat pakai
Copilot.
Fitur Utama GitHub Copilot
1. Auto-Complete Super Pintar
Bukan sekadar auto-complete biasa. Copilot bisa:
- Melanjutkan
fungsi
- Mengisi
parameter
- Menyelesaikan
loop atau kondisi kompleks
2. Generate Kode dari Komentar
Contoh:
// fungsi untuk menghitung total harga termasuk pajak
Copilot bisa langsung nyaranin fungsi JavaScript lengkap.
Ini salah satu fitur yang paling sering bikin orang langsung jatuh cinta.
3. Membantu Belajar Bahasa Baru
Buat kamu yang lagi belajar bahasa pemrograman baru, Copilot
bisa:
- Memberi
contoh sintaks
- Menunjukkan
pola umum
- Mengurangi
waktu googling
4. Mengurangi Boilerplate Code
Hal-hal repetitif seperti:
- Setup
API
- Validasi
data
- Struktur
dasar aplikasi
Bisa dipercepat secara signifikan.
Kelebihan GitHub Copilot
Kalau dirangkum secara jujur dan realistis, kelebihan
Copilot antara lain:
- Produktivitas
naik drastis
- Fokus
ke logika, bukan sintaks
- Cocok
buat pemula dan profesional
- Bisa
jadi alat belajar pasif
- Integrasi
mulus dengan IDE populer
Banyak developer bilang, setelah terbiasa pakai Copilot,
ngoding tanpa Copilot terasa “lebih sepi”.
Kekurangan dan Batasan GitHub Copilot
Supaya adil, Copilot juga punya kekurangan:
- Tidak
selalu 100% benar
- Kadang
menyarankan kode yang kurang optimal
- Bisa
menghasilkan kode insecure kalau kamu nggak paham
- Tetap
butuh review manual
- Berbayar
untuk sebagian besar pengguna
Jadi, Copilot bukan pengganti otak, tapi penguat
produktivitas.
Siapa yang Cocok Menggunakan GitHub Copilot?
GitHub Copilot cocok untuk:
- Programmer
pemula yang ingin belajar lebih cepat
- Developer
profesional yang ingin hemat waktu
- Mahasiswa
IT
- Backend,
frontend, dan full-stack developer
- Data
scientist
- Automation
engineer
Kurang cocok kalau:
- Kamu
ingin belajar coding dari nol tanpa bantuan sama sekali
- Kamu
mengerjakan project super sensitif tanpa review ketat
Apakah GitHub Copilot Gratis?
Jawabannya: tergantung.
GitHub Copilot:
- Gratis
untuk:
- Mahasiswa
terverifikasi
- Maintainer
open-source tertentu
- Berbayar
untuk pengguna umum
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling ditunggu.
Cara Langganan GitHub Copilot (Step by Step)
1. Login ke Akun GitHub
Buka GitHub dan login menggunakan akun kamu. Kalau belum
punya akun, daftar dulu (gratis).
2. Masuk ke Halaman GitHub Copilot
Masuk ke pengaturan akun GitHub, lalu cari menu GitHub
Copilot.
Biasanya ada tombol:
- Start
free trial
- atau Subscribe
3. Pilih Paket Langganan
GitHub Copilot menawarkan beberapa opsi:
- Copilot
Individual (bulanan atau tahunan)
- Copilot
Business (untuk tim dan perusahaan)
Untuk pengguna personal, pilih Individual.
4. Masukkan Metode Pembayaran
GitHub menerima:
- Kartu
kredit
- Kartu
debit tertentu
- Alternatif
pakai jasa pembayaran GitHub Copilot
Biasanya ada free trial sebelum ditagih, jadi kamu bisa coba
dulu.
5. Konfirmasi dan Aktifkan
Setelah pembayaran berhasil:
- Copilot
langsung aktif
- Bisa
langsung dipakai di editor favorit kamu
6. Install Ekstensi di IDE
Contoh di VS Code:
- Buka
Extensions
- Cari
“GitHub Copilot”
- Install
- Login
dengan akun GitHub
Selesai. Copilot siap jadi partner ngoding kamu.
Tips Maksimalkan GitHub Copilot
Biar langganan kamu nggak sia-sia:
- Tulis
komentar yang jelas
- Gunakan
nama variabel yang deskriptif
- Jangan
terima kode mentah tanpa review
- Anggap
Copilot sebagai asisten, bukan boss
Semakin jelas konteks yang kamu kasih, semakin bagus hasil
yang dikasih Copilot.
Apakah GitHub Copilot Worth It?
Jawaban jujurnya: iya, kalau kamu sering ngoding.
Kalau kamu:
- Ngoding
hampir setiap hari
- Punya
banyak task repetitif
- Ingin
fokus ke problem solving
GitHub Copilot bisa balik modal dari segi waktu dan energi.
Penutup
GitHub Copilot bisa dibilang jadi contoh nyata
bagaimana AI benar-benar memberi dampak ke pekerjaan developer, bukan sekadar
gimmick atau tren sesaat. Dengan memahami apa itu GitHub Copilot dan bagaimana
cara berlangganannya, kamu bisa menilai sendiri apakah tool ini memang cocok
dan relevan untuk workflow yang kamu jalani sehari-hari.