Stok Sehat atau Bermasalah? Ini Cara Mengukur Kesehatan Stok Bisnis
lourphyli.com - Dalam operasional bisnis, inventory adalah “penghubung” antara perencanaan penjualan, pembelian, penyimpanan, hingga pemenuhan pesanan. Ketika pengelolaannya rapi, proses kerja menjadi lebih terukur dan keputusan bisnis bisa diambil dengan lebih cepat.
Mengukur kesehatan stok berarti memastikan jumlah, jenis,
dan pergerakan barang selaras dengan kebutuhan bisnis. Tujuannya bukan hanya
mengetahui berapa stok yang tersedia, tetapi juga memahami kualitas stok:
apakah barang bergerak sesuai target, apakah komposisinya tepat, serta apakah
data yang tercatat dapat diandalkan.
Dengan indikator yang tepat, evaluasi stok dapat dilakukan
secara berkala dan mudah dipahami oleh tim. Anda tidak perlu memulai dengan
analisis yang rumit, cukup gunakan beberapa ukuran praktis untuk melihat
kondisi stok secara menyeluruh dan menentukan langkah perbaikan yang relevan.
Hitung Kecepatan Perputaran Stok untuk Mengetahui Apakah
Barang Cepat Terjual
Langkah pertama adalah memeriksa kecepatan perputaran stok
(inventory turnover). Indikator ini membantu Anda melihat seberapa cepat barang
keluar dibandingkan stok yang Anda simpan. Semakin sehat penjualan, umumnya
perputaran stok semakin baik, karena produk tidak terlalu lama mengendap.
Agar lebih praktis, lakukan pemantauan per kategori produk,
bukan hanya total gudang. Produk dengan perputaran lambat memerlukan tindakan
berbeda, misalnya penyesuaian pembelian, promosi, atau bundling. Dengan cara
ini, keputusan restock menjadi lebih berbasis data melalui sistem
pengelolaan persediaan.
Periksa Apakah Ada Stok Mati atau Barang yang Jarang
Bergerak
Stok mati (dead stock) adalah barang yang nyaris tidak
bergerak dalam periode tertentu dan berpotensi tidak laku sama sekali.
Sementara itu, slow moving adalah barang yang masih terjual, tetapi sangat
lambat. Keduanya sama-sama menguras ruang, biaya penyimpanan, dan modal usaha.
Untuk mengukurnya, buat daftar item berdasarkan “umur stok”
(berapa lama barang tersimpan sejak masuk). Tetapkan batas yang realistis
sesuai industri, misalnya 60/90/180 hari lalu tandai item yang melewati batas
tersebut. Dari sini, Anda dapat menyiapkan strategi: diskon terbatas, paket
bundling, atau penghentian pembelian.
Pastikan Jumlah Stok Sesuai dengan Kebutuhan dan Pola
Penjualan
Stok yang sehat bukan berarti selalu banyak, melainkan tepat
jumlah. Cara menilainya adalah membandingkan stok tersedia dengan pola
penjualan historis. Jika penjualan cenderung stabil, stok sebaiknya mengikuti
rata-rata kebutuhan plus cadangan, bukan berdasarkan “feeling” atau kebiasaan
lama.
Perhatikan juga faktor musiman, tren, dan lead time pemasok.
Produk dengan permintaan fluktuatif perlu perencanaan lebih rapih agar tidak
terjadi overstock saat sepi atau stockout saat ramai. Dengan menyesuaikan
pembelian pada pola permintaan, bisnis dapat menjaga layanan tetap lancar
sekaligus mengendalikan biaya.
Cek Kesesuaian Data Stok dengan Kondisi di Gudang
Selain menjaga perputaran dan komposisi stok tetap ideal,
Anda juga perlu memastikan data persediaan selalu akurat. Cocokkan catatan di
sistem dengan kondisi fisik di gudang agar Anda bisa mengambil keputusan lebih
cepat dan tepat.
- Jadwalkan
stok opname rutin: Cocokkan stok fisik dengan data sistem pada periode
tetap (misalnya mingguan atau bulanan). Catat selisihnya agar terlihat
pola dan sumber ketidaksesuaian.
- Pastikan
semua barang masuk tercatat di hari yang sama: Setiap penerimaan harus
langsung dibuatkan bukti penerimaan dan diinput ke sistem. Ini mencegah
stok “terlihat kurang” padahal barang sudah ada di gudang.
- Standarkan
proses barang keluar (penjualan, transfer, atau pemakaian internal):
Gunakan satu alur yang sama: picking–checking–input–packing. Dengan alur
seragam, risiko barang keluar tanpa tercatat bisa ditekan.
- Pisahkan
penanganan retur dan barang rusak: Retur dan barang rusak wajib punya
status khusus agar tidak tercampur dengan stok siap jual. Setelah
diverifikasi, lakukan penyesuaian stok sesuai hasil pemeriksaan.
- Gunakan
SKU dan lokasi rak yang konsisten: Beri kode barang (SKU) yang unik
dan tetapkan lokasi penyimpanan tetap (bin/rak). Ini mempercepat pencarian
sekaligus mengurangi salah ambil dan salah catat.
- Manfaatkan
pencatatan real-time bila memungkinkan: Sistem real-time membantu stok
selalu terbarui setelah transaksi terjadi. Hasilnya, laporan stok lebih
dapat dipercaya untuk keputusan pembelian dan penjualan.
Kesimpulan
Kesehatan stok bisnis dapat diukur melalui empat langkah
utama yaitu dengan menilai kecepatan perputaran, mengenali stok mati/slow
moving, menyesuaikan stok dengan pola penjualan, dan memastikan akurasi data
gudang. Jika evaluasi ini dilakukan rutin, Anda akan lebih mudah mengendalikan
modal, menjaga ketersediaan barang, dan meningkatkan efisiensi operasional
tanpa mengorbankan pelayanan pelanggan.