Bukan Cuma Endorse Influencer, Ini Cara Lain Bangun Percakapan di Media Sosial
Selama ini, kalau bicara soal bikin produk dibicarakan orang di media sosial, jalan yang paling sering kepikiran cuma satu, endorse ke satu atau dua influencer besar. Padahal ada cara lain yang jarang dilirik, lebih terjangkau, dan hasilnya justru bisa lebih tersebar. Cara ini dikenal lewat jasa talent digital, yaitu kerja sama dengan banyak kreator kecil sekaligus untuk membangun percakapan tentang sebuah produk atau isu.
Kenapa Endorse Influencer Bukan Satu-Satunya Jalan
Endorse ke influencer besar memang punya kelebihan,
jangkauannya instan dan kredibilitasnya sudah terbangun lewat audiens yang
loyal. Tapi model ini juga punya keterbatasan yang sering luput dari
perhitungan awal.
Harga per post dari influencer dengan followers besar bisa
jadi mahal, apalagi kalau anggaran promosi masih terbatas. Belum lagi hasilnya
tidak selalu sebanding, ada akun dengan followers ratusan ribu tapi tingkat
interaksi di setiap postingannya justru rendah, karena audiensnya sudah jenuh
dengan konten berbayar atau memang tidak benar-benar cocok dengan produk yang
diiklankan.
Ada juga risiko ketidaksesuaian audiens. Influencer dengan
followers besar biasanya punya segmen yang luas dan campur, sementara produk
tertentu justru butuh audiens yang lebih spesifik. Kalau audiensnya tidak
match, percakapan yang muncul bisa ramai sesaat tapi tidak benar-benar
berdampak ke penjualan atau brand awareness jangka panjang.
Mengenal Jasa Talent Digital Sebagai Alternatif
Alih-alih mengandalkan satu akun besar, pendekatan ini
bekerja dengan menggerakkan banyak kreator yang lebih kecil untuk membicarakan
produk secara bersamaan dalam rentang waktu tertentu. Bayangkan perbedaannya
seperti satu orang berbicara lantang di depan panggung besar, dibanding puluhan
orang yang mengobrol tentang hal yang sama di berbagai sudut ruangan secara
bersamaan.
Pendekatan tersebar seperti ini punya efek yang berbeda.
Alih-alih terlihat seperti iklan dari satu sumber besar, produk atau topik yang
diangkat justru terkesan sedang benar-benar dibicarakan banyak orang secara
organik, karena datang dari berbagai akun dengan gaya bicara masing-masing.
Endorse Influencer dan Jasa Talent Digital, Dua
Pendekatan yang Saling Melengkapi
Keduanya bukan pilihan yang saling meniadakan. Endorse
influencer lebih cocok dipakai ketika kamu butuh kredibilitas instan dari sosok
yang sudah dikenal luas, misalnya untuk peluncuran produk premium yang butuh
figur otoritatif di baliknya.
Jasa talent digital lebih masuk akal ketika tujuannya
membangun kesan bahwa sebuah topik memang sedang ramai dibicarakan, bukan
sekadar diiklankan oleh satu pihak. Pendekatan ini juga lebih fleksibel dari
sisi anggaran, karena biayanya bisa disesuaikan dengan jumlah kreator yang
dilibatkan, tidak terpaku pada tarif satu figur besar.
Kombinasi keduanya, memakai satu figur untuk kredibilitas
awal dan talent digital untuk menyebarkan percakapan lebih luas, sering jadi
strategi yang lebih seimbang dibanding mengandalkan satu pendekatan saja.
Bukan Cuma Brand, Personal Juga Bisa Pakai Ini
Anggapan bahwa strategi semacam ini cuma relevan untuk brand
besar sebenarnya kurang tepat. Kreator yang baru mau merilis konten atau produk
sendiri, misalnya kelas online atau produk digital pribadi, bisa memakai jasa
talent digital untuk membangun awareness awal sebelum peluncuran, sama seperti
yang biasa dilakukan brand.
Individu yang menjual produk pribadi, tanpa harus berbadan
usaha resmi, juga bisa memanfaatkan pendekatan ini untuk terlihat lebih
meyakinkan di mata calon pembeli pertamanya. Begitu juga tokoh publik skala
kecil, seperti praktisi di bidang tertentu yang ingin dikenal lebih luas, bisa
memakai cara ini untuk membangun percakapan awal tentang gagasan atau layanan
yang ditawarkan.
Skala kebutuhannya memang berbeda dari brand besar, tapi
prinsip dasarnya tetap sama, membangun percakapan lewat banyak suara kecil,
bukan satu suara besar.
Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Coba Jasa Talent Digital
Sebelum memutuskan mencoba, ada beberapa hal yang sebaiknya
disiapkan lebih dulu. Pesan atau narasi yang ingin disampaikan perlu jelas
sejak awal, karena kreator yang dilibatkan bekerja berdasarkan arahan, bukan
menebak-nebak sendiri apa yang perlu dibicarakan.
Produk atau topik yang diangkat juga sebaiknya memang sudah
siap menerima perhatian. Percakapan yang ramai tapi tidak ada yang bisa
ditindaklanjuti calon pembeli, misalnya produk yang belum benar-benar tersedia,
justru bisa jadi kesempatan yang terbuang.
Ekspektasi hasil juga perlu realistis. Tujuan utama
pendekatan ini adalah membangun percakapan dan kesan bahwa sebuah topik sedang
dibicarakan, bukan jaminan penjualan instan. Follow up nyata setelah percakapan
terbangun, entah lewat konten lanjutan atau interaksi langsung dengan audiens
yang mulai tertarik, tetap jadi bagian yang menentukan apakah momentum itu
berbuah hasil atau menguap begitu saja.
Banyak Jalan untuk Membangun Percakapan
Endorse influencer selama ini jadi jalan yang paling sering
kepikiran, padahal bukan satu-satunya. Membangun percakapan di media sosial
bisa dilakukan lewat banyak suara kecil yang bergerak bersamaan, dengan
anggaran yang lebih fleksibel dan hasil yang bisa terasa lebih organik.
Baik untuk brand yang ingin memperluas jangkauan maupun
individu yang baru mulai membangun nama, mengenal opsi ini bisa membuka
strategi promosi yang selama ini mungkin belum pernah dipertimbangkan. Kalau
ingin terhubung dengan talent digital untuk kebutuhan brand maupun
personal, Nambahcuan menyediakan
akses ke jaringan kreator yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran
masing-masing.