Poros Medika: Panduan Memilih Kaki Palsu yang Nyaman dan Fungsional
Kaki palsu atau prostesis tungkai digunakan untuk menggantikan sebagian anggota gerak yang hilang sekaligus membantu penggunanya menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, kebutuhan setiap pengguna berbeda. Jenis amputasi, bentuk anggota gerak residual, kondisi fisik, aktivitas harian, dan lingkungan penggunaan perlu dipertimbangkan sebelum menentukan prostesis yang sesuai.
Karena itu, memilih kaki palsu sebaiknya tidak hanya
didasarkan pada tampilan atau harga. Prosesnya perlu melibatkan pemeriksaan,
pengukuran, pembuatan, pemasangan, penyesuaian, dan evaluasi secara berkala.
WHO juga menempatkan produk, tenaga profesional, serta proses penyediaan
layanan sebagai bagian penting dalam standar pelayanan prostetik dan ortotik.
Kenali Jenis dan Tingkat Amputasi
Jenis kaki palsu akan dipengaruhi oleh lokasi amputasi.
Pengguna dengan amputasi bawah lutut memiliki kebutuhan komponen yang berbeda
dengan pengguna amputasi atas lutut.
Pada amputasi bawah lutut, pengguna masih memiliki sendi
lutut alami sehingga pengaturan prostesis lebih berfokus pada socket,
penyangga, dan telapak kaki. Sementara itu, kaki palsu atas lutut membutuhkan
komponen sendi lutut tambahan agar pengguna dapat berdiri dan berjalan dengan
lebih stabil.
Penentuan komponen tidak dapat disamaratakan. Prostesis
perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh serta kemampuan mobilitas penggunanya.
Perhatikan Kenyamanan Socket
Socket merupakan bagian kaki palsu yang berhubungan langsung
dengan anggota gerak residual. Ukuran dan bentuknya harus sesuai agar tekanan
dapat tersebar dengan lebih baik.
Socket yang kurang pas dapat menimbulkan gesekan, kemerahan,
lecet, atau rasa tidak nyaman. Panduan bagi pengguna prostesis juga menyarankan
pemeriksaan kulit secara rutin untuk mengetahui adanya titik tekanan, kemerahan
berlebih, lepuhan, atau luka.
Kondisi anggota gerak residual dapat berubah seiring waktu.
Oleh karena itu, penyesuaian socket mungkin diperlukan apabila kaki palsu
terasa longgar, terlalu sempit, bergeser, atau mulai menimbulkan keluhan saat
digunakan.
Sesuaikan dengan Aktivitas Pengguna
Pengguna yang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah
memiliki kebutuhan berbeda dengan pengguna yang bekerja di luar ruangan atau
sering berjalan dalam jarak jauh.
Sebelum memilih komponen, sampaikan aktivitas yang paling
sering dilakukan, kondisi permukaan tempat berjalan, durasi penggunaan, serta
target mobilitas kepada tenaga yang menangani proses pembuatan. Informasi
tersebut membantu menentukan desain dan komponen yang lebih relevan.
Jangan Mengabaikan Latihan dan Evaluasi
Pembuatan kaki palsu bukanlah akhir dari proses. Pengguna
juga perlu belajar mengenakan, melepas, berdiri, menjaga keseimbangan, dan
berjalan menggunakan prostesis.
Apabila muncul rasa sakit, luka, perubahan pola berjalan,
atau kaki palsu terasa tidak stabil, pengguna sebaiknya menghentikan aktivitas
yang memicu keluhan dan berkonsultasi dengan tenaga profesional. Keluhan pada
anggota gerak residual dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk gesekan
atau luka pada area yang bersentuhan dengan prostesis.
Mengenal Layanan Poros Medika
Poros Medika menyediakan jasa pembuatan prostesis kaki dan
tangan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Layanan tersebut meliputi
konsultasi, desain, pembuatan, penyesuaian, dan dukungan setelah produk
digunakan. Poros Medika juga menyediakan berbagai produk ortosis dan alat bantu
mobilitas.
Melalui proses pengukuran dan penyesuaian yang tepat, kaki
palsu diharapkan tidak hanya menggantikan anggota tubuh yang hilang, tetapi
juga membantu mendukung mobilitas dan kemandirian penggunanya.